Gunung Lumut merupakan ikon utama Desa Wisata Limbongan sekaligus salah satu geosite penting di Pulau Belitung. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 168 mdpl dengan hamparan lumut alami seluas sekitar 3 hektare yang membentuk karpet hijau di atas batu granit. Selain lumut, kawasan ini menjadi habitat flora seperti anggrek hutan serta fauna endemik Belitung, termasuk Tokek Ahok (Cnemaspis purnamai). Pengunjung dapat melakukan trekking ringan menuju gardu pandang untuk menikmati panorama hutan tropis Belitung dari puncak . Sejak tahun 2021 kawasan ini menjadi bagian dari kawasan Belitong UNESCO Global Geopark.
Alamat Jl. Jenderal Sudirman, Desa Limbongan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.
Google Maps 3°02’42.2″S 108°03’48.0″E
Jam Operasional 09.00–17.00 WIB
Tiket Mulai sekitar Rp15.000–Rp25.000 (tergantung paket wisata).

Hutan lumut yang unik Ciri khas Gunung Lumut adalah puncaknya yang diselimuti lumut tebal pada batang pohon, batu, hingga permukaan tanah.
Suasana yang lembap dan berkabut menciptakan pemandangan seperti hutan purba yang sangat jarang ditemukan di Indonesia.
Keanekaragaman flora dan fauna

Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis tumbuhan seperti anggrek hutan dan kantong semar (Nepenthes).
Burung-burung endemik Kalimantan juga banyak dijumpai sehingga menjadi lokasi favorit bagi pengamat burung dan fotografer alam.
Keasrian hutan hujan tropis

Jalur pendakian masih sangat alami, melewati hutan primer, sungai kecil, dan vegetasi yang lebat.
Wisatawan dapat menikmati suasana alam yang masih terjaga dan jauh dari keramaian.
Aktivitas
– Pendakian ( hiking ), melalui jalur hutan yang menantang dan memberikan pengalaman eksplorasi alam liar Kalimantan.
-Fotografi alam, terutama untuk mengabadikan hutan lumut, pepohonan tua, dan panorama hutan tropis.
– Mengamati flora dan fauna, termasuk berbagai spesies anggrek, kantong semar, dan burung endemik
– Edukasi dan penelitian, karena kawasan ini sering menjadi lokasi penelitian mengenai ekosistem hutan hujan tropis dan konservasi
– Menikmati udara segar dan suasana alami, cocok bagi pencinta ekowisata dan petualangan

facility
Catatan, Karena Gunung Lumut merupakan kawasan hutan lindung, fasilitas wisata belum selengkap destinasi wisata komersial. sebab itu, disarankan perlengkapan seperti makanan, air minum, obat-obatan, jas hujan, dan perlengkapan camping jika berencana bermalam. Pendakian bersama pemandu lokal juga sangat dianjurkan demi keamanan dan untuk membantu Oleh pengunjung membawa pribadi menjaga kelestarian kawasan
Fasilitas di Gunung Lumut masih tergolong sederhana karena kawasan ini lebih berorientasi pada wisata alam dan konservasi. Beberapa fasilitas yang umumnya tersedia antara lain:
- Area parkir untuk kendaraan pengunjung di titik awal pendakian.
- Jalur trekking menuju kawasan hutan dan puncak Gunung Lumut.
- Pemandu (guide) lokal yang dapat mendampingi wisatawan selama pendakian, terutama bagi yang belum mengenal medan.
- Tempat berkemah (camping ground) di beberapa titik yang memungkinkan pendaki bermalam.
- Pos pendakian atau pos istirahat sebagai tempat registrasi dan beristirahat selama perjalanan.
- Sumber air alami di beberapa titik jalur pendakian, meskipun pengunjung tetap disarankan membawa persediaan air sendiri.
Fasilitas dasar seperti toilet dan area istirahat tersedia di kawasan pintu masuk atau desa terdekat, namun jumlahnya terbatas dibandingkan destinasi wisata yang sudah berkembang

Waktu yang paling disarankan adalah musim kemarau, sekitar Mei hingga September, karena:
jalur pendakian lebih aman dan tidak terlalu licin; risiko hujan lebih rendah sehingga perjalanan lebih nyaman; visibilitas di jalur maupun puncak umumnya lebih baik untuk menikmati pemandangan dan berfoto.
Sebaliknya, pada musim hujan jalur menjadi lebih berlumpur, licin, dan sungai yang dilalui dapat mengalami peningkatan debit air.