ilham latihan website

museum belitung

antara museum yang tersebar di Belitung, Museum Pemkab Belitung (Museum Tanjung Pandan) adalah salah satu yang paling direkomendasikan berkat ragam koleksi autentik yang memotret perjalanan daerah ini.

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap mulai dari lokasi, akses, jam buka, hingga tiket masuk. Yuk, simak selengkapnya dan temukan alasan mengapa tempat wisata Belitung ini wajib masuk itinerary-mu!

Lokasi dan Akses Museum Belitung Tanjung Pandan

Berada di Jalan Melati No. 41A, Kelurahan Kampung Parit, Kecamatan Tanjung Pandan, Museum Tanjung Pandan posisinya cukup dekat dari Pantai Tanjung Pendam. Jaraknya sekitar 40,5 km dari Bandara H.A.S. Hanandjoedin dan kurang lebih 44 km dari Pelabuhan Tanjung Pandan.

Jika kamu baru tiba di bandara, sebaiknya sewa mobil untuk sampai ke museum karena jaraknya cukup jauh. Kamu tinggal masukkan “Jalan Melati No. 41A” di Google Maps. Lokasinya mudah ditemukan.

Asyiknya, lokasi museum berdekatan dengan salah satu pantai Belitung yang hits. Jadi, kamu bisa sekaligus menikmati dua jenis kunjungan yang berbeda dalam satu kunjungan.

Selain itu, di sekitarnya juga banyak cafe dan hotel di Belitung yang bisa kamu jadikan basecamp selama menghabiskan waktu di Tanjung Pandan.

Sejarah Museum Tanjung Pandan

Awal berdirinya museum ini bermula dari instruksi Menteri Pertambangan RI tahun 1959 yang memerintahkan perusahaan-perusahaan timah di Belitung, Bangka, dan Singkep untuk mendirikan museum.

Menanggapi perintah ini, Ir. M.E.A. Apitule selaku Direktur Utama Tambang Timah Belitung kemudian menugaskan Dr. R. Osberger, seorang geolog berkebangsaan Austria, untuk mewujudkan proyek museum tersebut.

Akhirnya, museum ini secara resmi dibuka pada 2 Maret 1962 oleh Ir. Kurnadi Kartaatmadja yang kala itu menjabat sebagai Presiden Direktur Perusahaan Penambangan Timah Belitung.

Di sisi lain, identitas museum ini telah mengalami beberapa kali perubahan seiring perjalanan waktu. Bermula sebagai Museum Geologi PT. Timah Belitung dengan spesialisasi koleksi geologi, museum ini kemudian dihibahkan kepada pemerintah daerah pada 15 Juni 1994.

Hanya berselang dua minggu, pengelolaannya dialihkan ke dinas pariwisata melalui Surat Keputusan Bupati. Transformasi terus berlanjut ketika museum tidak hanya menyajikan mineral, tetapi juga menambah koleksi budaya, artefak kerajaan, senjata, dan keramik.

Perluasan peran ini mendasari perubahan namanya menjadi Museum Pemerintah Kabupaten Belitung. Pada 2008, museum menemukan bentuk barunya sebagai bagian dari UPTD Museum & Zoo Tanjung Pandan.

Daya Tarik Museum Tanjung Pandan Belitung

1. Koleksi Pertambangan dan Geologi

Sebagai pengunjung, kamu akan menemukan perjalanan menarik menyusuri sejarah pertambangan Belitung di museum ini. Jelajahi berbagai artefak unik, dari peralatan tambang tempo dulu hingga yang modern, tidak terkecuali replika peleburan timah.

Selain itu, kamu juga bisa mengagumi koleksi batuan mineral seperti bijih timah dan batu satam yang menjadi bukti kekayaan alam Belitung. Melalui maket edukatif, kamu akan memahami seluk-beluk teknologi dan sejarah industri timah Belitung dengan cara yang menyenangkan.

2. Koleksi Sejarah dan Budaya

Siap-siap untuk menelusuri lorong waktu yang memukau! Di Museum Pemkab Belitung ini, kamu bisa membandingkan senjata peninggalan Belanda-Jepang dengan pusaka kerajaan Belitung, menyaksikan langsung nisan dan benda kerajaan dari dekat, hingga terpesona dengan keramik kuno dari harta karun bawah laut Belitung.

Setiap sudut museum menawarkan pengalaman berbeda yang akan memperkaya pemahamanmu tentang peradaban di kepulauan ini.

3. Arsitektur dan Nuansa Bangungan Kolonial

Selain itu, kamu bisa berfoto di depan bangunan bergaya kolonial Belanda yang masih asli.

Museum ini menawarkan pengalaman visual yang memukau dengan arsitektur bersejarahnya. Hasilnya, kamu akan merasakan nuansa nostalgia yang kuat melalui setiap bagian bangunan, seakan-akan berjalan di era Belitung tempo dulu.

4. Kebun Binatang Mini di Area Museum

Ternyata Museum Pemkab Belitung ini punya kejutan di bagian belakang berupa kebun binatang mini yang asyik untuk kamu jelajahi bersama seluruh anggota keluarga. Kamu bisa mengamati berbagai satwa mulai dari primata hingga reptil, lalu bersantai di area bermain yang lengkap.

Jangan lewatkan juga koleksi taxidermy di depan museum yang memamerkan ikan arapaima dan buaya muara yang mengesankan.

5. Nilai Edukatif dan Wisata Edukasi

Terakhir, kamu akan dimanjakan dengan berbagai pengetahuan tentang pertambangan timah dan budaya Belitung melalui koleksi museum yang lengkap.

Setelah puas mengeksplorasi sejarah, lanjutkan petualanganmu ke kebun binatang mini bersama si kecil untuk bermain dan belajar tentang satwa. Temp

Fasilitas Museum Pemkab Belitung

Ini dia ringkasan berbagai fasilitas di Museum Pemkab Belitung, Tanjung Pandan untuk mendukung kenyamanan selama berkeliling:

  • Area Parkir: Tersedia area parkir yang memadai di museum. Harga parkirnya Rp4.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk motor.
  • Toilet: Fasilitas toilet umum dan toilet yang aksesibel bagi penyandang disabilitas maupun lansia tersedia gratis.
  • Tempat Ibadah: Pengunjung dapat memanfaatkan musholla yang disediakan di kawasan museum untuk keperluan ibadah.
  • Ruang Santai: Ada fasilitas area istirahat dan kantin yang menjual makanan serta minuman untuk pengunjung.
  • Kebun Binatang Mini: Di area belakang museum, kamu akan menjumpai mini zoo dengan hewan-hewan lokal seperti monyet, tupai, burung, ular, dan buaya, lengkap dengan wahana bermain anak dan patung hewan sebagai spot berfoto.
  • Depot Buku: Kamu bisa memanfaatkan depot buku di museum berupa perpustakaan kecil untuk membaca.
  • Digitalisasi: Museum memasang QR code di semua koleksi pameran untuk memberikan informasi ekstra dalam bentuk digital. Gunakan aplikasi “Museum Kite Tanjung Pandan Belitung” (Android) untuk mengakses konten teks, audio, dan visual.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top